Website tentang analisis ilmu ekonomi, pelajaran ekonomi, akuntansi, berita ekonomi Indonesia dan dunia

Penjelasan dan Contoh Soal Metode Penyusutan Garis Lurus

Dalam dunia akuntansi, kita mengenal berbagai macam metode penyusutan untuk aset tetap. Nah, salah satu metode penyusutan aset tetap yang sangat populer digunakan untuk menghitung penyusutan di akuntansi. Lalu, bagaimana cara menghitung penyusutan dengan metode garis lurus / straight line method? Oke, kita langsung saja bahas. 

Metode penyusutan garis lurus merupakan metode penyusutan aset tetap, di mana beban untuk penyusutan aset per tahun sama selama masa manfaat aset tetap berwujud tersebut. Metode penyusutan garis lurus ini adalah metode penyusutan garis lurus yang cukup luas digunakan. 

Metode penyusutan garis lurus digunakan untuk menghitung penyusutan aset tetap yang fungsinya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume produksi maupun jasa yang diproduksi oleh perusahaan. Contohnya adalah gedung. Penyusutan gedung tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume produksi yang dihasilkan. Hal ini mungkin berbeda dengan mesin, di mana semakin sering mesin digunakan untuk produksi, maka nilai penyusutannya akan semakin besar.

Ketika perusahaan memutuskan untuk menggunakan metode penyusutan garis lurus, maka perusahaan harus memastikan bahwa aset-aset yang dimiliki memenuhi kriteria2 sebagai berikut: 

1. Biaya2 yang timbul dari penyusutan aset tetap tidak dipengaruhi produktivitas maupun penyimpangan efisiensi. 

2. Biaya pemeliharaan dan perbaikan aset untuk setiap periode jumlahnya cenderung stabil. 

3. Kegunaan ekonomis aset tetap menurun dengan nilai penyusutan yang proporsional tiap periode.  

RUMUS PENYUSUTAN GARIS LURUS + CONTOH SOAL 

Rumus untuk menghitung biaya penyusutan dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut: 

Rumus penyusutan garis lurus - Bahasekonomi

Oke, sekarang kita akan langsung masuk ke contoh soal cara menghitung penyusutan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Berikut soalnya: 

Perusahaan membeli gedung pada tanggal 1 Januari 2018 dengan harga perolehan (harga beli) sebesar Rp300.000.000. Masa manfaat gedung adalah lima tahun. Hitunglah: 

a. Biaya penyusutan per tahun
b. Buat ayat jurnal untuk penyusutan per tahun 
c. Akumulasi penyusutan sampai dengan lima tahun

Maka jawabannya adalah sebagai berikut: 

a. Biaya penyusutan per tahun: Rp300.000.000 / 5 tahun: Rp60.000.000. 

Biaya penyusutan per tahun ini dihitung sesuai dengan rumus diatas tadi, yaitu harga perolehan (harga beli awal) dibagi dengan umur ekonomis aset tersebut. 

b. Setelah menghitung besarnya penyusutan aset tetap, maka anda tidak boleh lupa untuk menjurnal (penyesuaian) nilai Rp60.000.000. Jurnal penyesuaian dibutuhkan untuk menyesuaikan nilai2 / akun agar mencerminkan nilai yang sesungguhnya di laporan keuangan. Berikut jurnal penyusutan selama tahun berjalan sampai lima tahun:

Beban Penyusutan Aset Tetap (Debit)                      Rp60.000.000
   Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Kredit)               Rp60.000.000

c. Untuk akumulasi penyusutan per tahun sampai dengan masa manfaatnya habis dapat kita hitung seperti tabel dibawah ini: 



Akumulasi penyusutan didapatkan dari penjumlahan bean penyusutan setiap tahun. Sedangkan nilai sisa didapatkan dari harga perolehan - akumulasi penyusutan. Dapat anda lihat bahwa nilai sisa aset pada tahun kelima adalah nol. Artinya, pada tahun kelima aset tetap perusahaan sudah tidak ada nilainya alias habis. 

CONTOH SOAL 2 - CONTOH SOAL PENYUSUTAN GARIS LURUS 

Pada contoh diatas tadi, nilai residu / nilai sisa aset tidak diketahui. Sekarang kita akan masuk ke contoh di mana nilai sisa diasumsikan telah diketahui. 

Perusahaan membeli gedung pada tanggal 1 Januari 2018 dengan harga perolehan (harga beli) sebesar Rp300.000.000. Masa manfaat gedung adalah lima tahun. Sedangkan nilai sisa atau nilai residu adalah sebesar Rp23.328.000.

Maka biaya penyusutannya adalah: Rp300.000.000 - Rp50.000.000) / 5 = Rp55.334.000. Sedangkan akumulasi penyusutan setiap tahun dapat dihitung seperti pada tabel dibawah ini: 



Pada tabel diatas, dapat anda lihat pada tahun kelima, nilai residu aset tetap bukan nol, tapi sebesar Rp23.328.000. Artinya sampai masa manfaat aset habis (yaitu sampai tahun kelima), aset tersebut masih memiliki nilai residu sebesar Rp50.000.000. 

VARIASI SOAL PENYUSUTAN METODE GARIS LURUS 

Anda bisa melihat variasi soal lainnya yang saya tulis tentang penyusutan garis lurus disini: Penyusutan Aktiva Tetap Garis Lurus (Straight Line Method).

0 comments:

Post a Comment