Website tentang analisis ilmu ekonomi, pelajaran ekonomi, akuntansi, berita ekonomi Indonesia dan dunia

2 Metode Penghapusan Piutang + Contohnya

Anda pasti sudah mengetahui apa itu piutang usaha. Tapi tahukah anda istilah penghapusan piutang? Sebagian dari anda mungkin sering mendengar penghapusan piutang, namun masih belum memahami secara detail. Di pos ini, kita akan bahas secara lengkap tentang metode penghapusan piutang beserta contoh jurnal penghapusan piutang. Here we go.. 



PENGHAPUSAN PIUTANG 

Sesuai namanya, penghapusan piutang adalah piutang yang dihapus / dihilangkan. Penyebabnya adalah karena adanya PIUTANG YANG TIDAK DAPAT DITAGIH

Piutang yang tidak dapat ditagih atau piutang tak tertagih adalah piutang yang pelunasannya tidak dapat diterima lagi dari pelanggan karena pelanggan mengalami kondisi2 pailit, bangkrut atau kondisi2 lain yang membuat pelanggan tidak mampu melunasi piutang satat tanggal jatuh tempo.

Sebelum perusahaan memberikan kredit ke pelanggan, perusahaan harus mengenali calon pelanggan apakah memenuhi persayaratan kredit atau tidak. Namun dalam perjalanannya, sangat mungkin terjadi kondisi2 yang membuat pelanggan pada akhirnya tidak dapat melunasi piutang. 

Misalnya ketika terjadi penurunan omzet, kondisi-kondisi force majeur seperti bencana alam yang berdampak negatif pada perusahaan, kelesuan ekonomi dan dunia usaha. Hal2 ini bisa mengakibatkan pelanggan tidak dapat melunasi piutangnya. 

Ketika pelanggan mengajukan kredit ke perusahaan, maka perusahaan akan mencatat sebagai piutang usaha, di mana piutang usaha dicatat dalam aset lancar di laporan posisi keuangan. 

Apabila terjadi kredit macet (menimbulkan piutang usaha tak tertagih), maka nilai tersebut harus dicatat sebagai beban, yaitu: Beban Kerugian piutang atau Beban Piutang Ragu-ragu atau Beban Piutang yang Tidak Dapat Ditagih. 

2 METODE PENGHAPUSAN PIUTANG USAHA 

Terdapat 2 metode penghapusan piutang usaha
  1. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write Off Method
  2. Metode Penyisihan / Cadangan (Allowance Method
Metode Penghapusan Langsung (Direct Write Off Method)

Metode penghapusan langsung adalah penghapusan piutang yang dilakukan perusahaan saat piutang tersebut sudah benar-benar tidak dapat ditagih lagi. Metode ini biasanya dilakukan oleh perusahaan SKALA KECIL yang belum dapat memperkirakan besarnya piutang yang tidak dapat ditagih. 

Metode penghapusan langsung biasanya digunakan oleh perusahaan2 yang bergerak di bidang seperti hotel, restoran, kantor akuntan publik, rumah sakit, toko eceran dan perusahaan2 lain dengan skala usaha yang relatif kecil. 

Pada saat metode ini digunakan, beban kerugian piutang dicatat apabila pelanggan menyatakan tidak dapat membayar piutang, atau menurut analisa perusahaan, kondisi pelanggan sudah dinyatakan tidak dapat membayar piutang tersebut. 

Ketika perusahaan memperoleh informasi bahwa pelanggan tidak dapat melunasi piutang, maka saat itulah perusahaan harus langsung menghapus piutang usaha (di kredit) tanpa perlu melakukan estimasi. Lalu, di sisi debit perusahaan harus mencatat Beban Kerugian Piutang. 

Beberapa perusahaan yang menggunakan metode penghapusan langsung didasarkan atas beberapa pertimbangan berikut: 
  • Digunakan oleh kebanyakan perusahaan yang mayoritas barang / kasa dijual tunai, sehingga beban piutang yang tidak dapadt ditagih dapat dikatakan tidaklah material untuk dilakukan estimasi cadangan kerugian piutang.
  • Adanya kondisi-kondisi tertentu yang tidak memungkinkan perusahaan untuk mengestimasi besarnya piutang yang tidak dapat ditagih. 
Contoh Soal & Jurnal Metode Penghapusan Piutang Langsung

Tanggal 1 Agustus 2020, perusahaan menghapus piutang usaha PT Berkat Jaya sebesar Rp5.000.000 dikarenakan kondisi pailit. Maka berikut jurnal metode penghapusan piutang yang harus dibuat perusahaan: 


Jurnal Metode Penghapusan Langsung - Piutang Usaha
Perusahaan harus mencatatnya sebagai Beban Kerugian Piutang Usaha di sisi debit (bertambah) dan Piutang Usaha di sisi kredit (berkurang). 

Pelunasan Piutang Tak Tertagih - Penghapusan Langsung

Apabila ternyata piutang yang sudah dihapus perusahaan, bisa dibayar kembali pada periode yang sama, piutang usaha akan dicatat kembali dengan cara membalik ayat jurnal penghapusan piutang. 

Sebagai penerimaan pembayaran / pelunasan piutang usaha, perusahaan harus mencatat akun Kas sebagai akun debit dan Piutang Usaha akan berkurang masuk di akun debit. 

Sebagai contoh, piutang PT Berkat Jaya sebesar Rp5.000.000 yang telah dihapus tanggal 1 Agustus 2020 dinyatakan dapat ditagih kembali dan pembayarannya diterima tanggal 7 Desember 2020. Maka ayat jurnal untuk pelunasan piutang sebagai berikut: 


Jurnal pelunasan piutang tak tertagih 
Jika piutang yang dihapus pada tanggal 1 Agustus 2020 dapat ditagih pada periode yang berbeda tahun buku (setelah tutup tahun buku), maka Kas bertambah dan akun saldo laba berkurang sebesar nilai piutang yang dapat ditagih. 

Sebagai contoh, piutang PT Berkat Jaya yang sudah dihapus pada 1 Agustus 2020 dinyatakan dapat ditagih sertai diterima pelunasannya pada tanggal  5 Februari 2021, Ayat jurnal pelunasannya pada tanggal 5 Februari 2021 sebagai berikut: 



Pada tahun 2020, beban kerugian piutang sudah mengurangi laba (di laporan laba rugi). Nah, pada tahun 2021 saat piutang dilunasi, beban kerugian piutang tidak boleh dibebankan kembali (beban hanya untuk satu periode akuntansi), sehingga ketika di periode 2021 piutang dilunasi, akun-nya adalah Piutang Usaha (D) dan Saldo Laba (K). Kemudian saat pelunasan, akunnya menjadi Kas (D) dan piutang usaha berkurang (K).

Saldo laba untuk 'mengembalikan' nilai piutang yang tak tertagih, di mana periode sebelumnya piutang tak tertagih masuk di akun Beban Kerugian Piutang dan mengurangi laba. Maka ketika pelunasan, perusahaan harus memasukkan akun Saldo Laba untuk 'mengembalikan' laba.

Metode Penyisihan / Cadangan (Allowance Method

Metode penyisihan / cadangan merupakan metode penghapusan piutang yang dilakukan dengan MELAKUKAN ESTIMASI jumlah piutang yang tidak dapat ditagih. Perusahaan mencatat Beban Kerugian Piutang berdasarkan estimasi pada akhir periode akuntansi

Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan besar yang sudah mampu memperkirakan besarnya estimasi nilai piutang yang tidak dapat ditagih secara lebih akurat. Ketimbang perusahaan menentukan pelanggan mana saja yang tidak dapat membayar piutang, perusahaan lebih memilih untuk mengurangi jumlah piutang ke dalam nilai yang dapat dilunasi. 

Perusahaan menggunakan metode ini karena berdasarkan pengalaman transaksi masa lalu, terdapat pelanggan yang selalu tidak dapat melunasi piutang. Tetapi terkait siapa pelanggan dan jumlah piutang yang tidak dapat ditagih baru bisa diketahui secara pasti ketika pelanggan tertentu tidak bisa melunasi piutang.   

Pada metode ini, estimasi beban kerugian piutang dicatat pada periode yang sama ketika penjualan kredit dicatat. Perusahaan tidak perlu menunggu pelanggan benar2 tidak bisa membayar piutang saat periode penjualan kredit berjalan. 

Estimasi piutang tidak tertagih didapatkan dari analisa, pengamatan dan pengalaman masa lalu mengenai besarnya jumlah piutang tak tertagih. Perusahaan menentukan nilai estimasi piutang tidak tertagih ke dalam akun Cadangan Kerugian Piutang (Allowance for Doubtful Debt). 

Contoh Soal & Jurnal Metode Penghapusan Piutang Langsung

PT Sekar Sentosa mengestimasi 3% dari total penjualan kredit tidak dapat ditagih. Apabila penjualan kredit di tahun 2020 adalah Rp600.000.000 maka jurnal yang harus dibuat PT Sekar Sentosa untuk mencatat estimasi beban kerugian piutang pada akhir periode (31 Desember 2020) adalah: 
Jurnal metode penyisihan / cadangan kerugian piutang usaha
Dengan menggunakan metode ini, maka perusahaan harus mencatat Beban Kerugian Piutang bertambah (sisi Debit). Dan mencatat Cadangan Kerugian Piutang bertambah di sisi kredit.   

Jika ternyata terdapat pelanggan benar-benar yang tidak dapat membayar piutangnya, maka perusahaan harus MENCATAT PENGHAPUSAN PIUTANG. Sebagai contoh, pada tanggal 21 Februari 2021 PT ABC memiliki piutang sebesar Rp2.500.000, dan pelanggan tersebut sudah pasti tidak dapat membayat piutang karena mengalami penurunan omzet signifikan. Maka jurnal penghapusan piutangnya sebagai berikut (21 Februari 2021):  


Ketika menghapus piutang, maka piutang usaha akan berkurang sehingga masuk di sisi kredit. Cadangkan kerugian piutang juga berkurang, karena sudah tidak ada lagi cadangan kerugian (pelanggan sudah positif tidak bisa melunasi piutang), sehingga masuk di sisi debit. 

Jika dalam perjalanannya, setelah piutang tak tertagih dihapus, namun ternyata pelanggan yang bersangkutan memiliki itikad baik dan membayar sebagian piutangnya. Maka perusahaan harus mencatat kembali perolehan piutang yang telah dihapus. 

Sebagai contoh, tanggal 5 Mei 2021, PT ABC membayar sebagian piutangnya sebesar Rp1.500.000 dari piutang yang telah dihapus Rp2.500.000. Maka perusahaan harus membalik jurnal penghapusan piutang sebesar jumlah piutang yang dapat ditagih kembali. Jurnalnya sebagai berikut (Jurnal 5 Mei 2021): 


Kalau 'dirangkum' lebih ringkas, jurnalnya akan jadi seperti ini: 


Jadi ketika sebagian piutang dapat dilunasi, perusahaan harus mendebit kembali piutang usaha dan mengkredit cadangan kerugian piutang. Lalu perusahaan harus mencatat pelunasan piutang, dengan cara mendebit akun Kas di Bank pada sisi debit (karena menerima kas dari pelunasan). 

Serta mengkredit Piutang Usaha. Piutang usaha berkurang karena sudah dilunasi. Jumlah yang dicatat adalah sebesar jumlah pelunasannya tersebut. Nah, kalau diringkas, maka jurnal pelunasan piutangnya adalah Kas di Bank debit (Rp1.500.000) dan Cadangan Kerugian Piutang Bertambah di kredit.

Itulah penjelasan tentang 2 metode penghapusan piutang beserta contoh jurnal penghapusan piutang. Semoga bermanfaat untuk anda semua.

0 comments:

Post a Comment