Website tentang analisis ilmu ekonomi, pelajaran ekonomi, akuntansi, berita ekonomi Indonesia dan dunia

Perbedaan Konsep Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro

El Heze
Dalam ilmu ekonomi terdapat istilah ekonomi makro dan ekonomi mikro. Secara tidak kita sadari, kita sebenarnya selalu mempelajari keduanya. Tahukah anda perbedaan konsep ekonomi mikro dan ekonomi makro? Di pos ini saya akan membahasnya.

EKONOMI MAKRO

Sesuai artinya 'makro; berarti besar atau luas. Ekonomi makro berarti bidang ekonomi yang mempelajari variabel ekonomi dalam ruang lingkup yang luas atau dapat dikatakan mempelajari mekanisme perekonomian secara menyeluruh. Karena sifatnya yang menyeluruh (agregrat), ekonomi makro memiliki dampak yang besar terhadap berbagai aspek.

Contoh  ekonomi makro:  Inflasi, pendapatan nasional, cuaca dan kondisi geografis, ekonomi dan politik, tingkat suku bunga, nilai tukar atau kurs, komoditas substitusi, utang pemerintah, jumlah uang beredar, tingkat pengangguran, neraca pembayaran dan sebagainya. 

Mengapa contoh-contoh diatas dapat dikatakan sebagai ekonomi makro? Inflasi misalnya. Inflasi suatu negara dihitung secara agregrat atau menyeluruh untuk satu negara. Ketika harga-harga barang naik karena inflasi, maka harga barang di satu negara, baik untuk daerah manapun akan mengalami kenaikan harga. Inflasi tidak dihitung berdasarkan satu wilayah atau satu kota atau satu daerah, tetapi dihitung secara agregrat dalam satu negara. 

Contoh lainnya adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan memberikan dampak kepada banyak hal dalam satu negara. Dampak-dampak tersebut antara lain adalah dampak pada kebijakan pemerintah, harga saham, kebijakan perbankan, dan kebijakan setiap sektor usaha. 
Contoh lain: Kondisi pollitik. Kondisi politik yang tidak kondusif dapat menyebabkan dampak yang besar pada berbagai aspek di suatu negara. Misalnya, harga saham yang turun, para pengusaha menahan keinginan untuk investasi, dan lain2. 

EKONOMI MIKRO 

Sedangkan ekonomi mikro (mikro artinya kecil atau sempit), mempelajari variabel ekonomi dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Contoh ekonomi mikro adalah permintaan dan penawaran, analisis industri, teori produksi dan teori harga, elastisitas permintaan dan penawaran, GCG perusahaan, analisis laporan keuangan perusahaan, dan lain-lain.

Jadi ketika anda berbicara mengenai sektor usaha, analisis rasio keuangan sebuah perusahaan, selera konsumen terhadap barang-barang tertentu maka anda sedang berbicara dalam konteks ekonomi mikro. Intinya, ekonomi mikro berbicara dalam konteks yang lebih sempit. 

Ekonomi makro dan ekonomi mikro termasuk dalam analisis fundamantal suatu negara yang terbagi dalam 2 ruang lingkup. Jika digambarkan, maka didapatkan gambar sebagai berikut: 


HUBUNGAN EKONOMI MAKRO DAN EKONOMI MIKRO

Ekonomi makro dan ekonomi mikro memiliki hubungan keterkaitan satu sama lain. Perubahan yang terjadi secara menyeluruh, yaitu ekonomi makro merupakan perubahan yang terjadi dalam ekonomi mikro. Perubahan-perubahan dalam ekonomi mikro (seperti selera, permintaan dan penawaran) dapat menentukan hasil dari perekonomian makro suatu negara, seperti  pertumbuhan ekonomi negara, tingkat inflasi dan lain-lain. 

0 comments:

Post a Comment